Kisah Abu Dzar & Amanah Kepemimpinan

Pembahasan Kitab Riyadhus Sholihin kali ini masuk pada Bab “Larangan meminta Kepemimpinan”. Disebutkan dalam kisah yang terdapat dalam hadits dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau menceritakan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menasehatkan kepada Abu Dzar : “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya aku melihat kamu seorang yang lemah, sesungguhnya aku mencintai untuk engkau apa yang aku cintai untuk diriku, maka jangan engkau menjadi pemimpin yang terdiri dari dua orang dan janganlah mengurusi harta anak yatim “(Riwayat Muslim).

Kisah yang menunjukkan sikap tawadhu’nya dari seorang sahabat yang mulia dan juga sebagai bukti bahwa para sahabat tidaklah menyimpan amanah ilmu yang harus disampaikan serta tidaklah menutup-nutupi kejadian yang akan menjadi pelajaran bagi ummat setelahnya.

Disebutkan pula oleh Syaikh Utsaimin bahwa syarat untuk menjadi pemimpin ada 2 :
1. Seorang yang Ahli & memiliki kredibilitas (& yang menyatakan Ahli adalah para ulama’)
2. Memiliki sifat Amanah

Pada hadits berikutnya, diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: ”Tidakkah engkau mengangkatku menjadi pegawai?” Maka Rasulullahpun memukulkan kedua tanganya di kedua pundak Abu Dzar seraya berkata : ”Sesungguhnya engkau adalah lemah dan perihal yang engkau minta adalah amanah, dan sesungguhnya kelak di hari kiamat akan jadi kesedihan & penyesalan kecuali bagi orang mengembannya dengan haq dan menunaikan kewajiban dari kepemimpinannya.”

Maka hendaknya bagi kita selalu bersifat wara’ dengan hal ini & jika seseorang dipilih menjadi pemimpin hendaknya untuk bertawakal kepada Allah & membekali dirinya dengan segala sesuatu yang berguna bagi dirinya.

Dan di hadits selanjutnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:  ”Sesungguhnya kalian benar akan mengharapkan (dengan harapan yang besar) untuk menjadi seorang pemimpin, tapi ingat kelak akan jadi penyesalan di hari kiamat.”

Demikian beratnya amanah kepemimpinan dalam urusan apapun, sehingga menuntut kita untuk sangat berhati hati dalam hal ini apalagi menyangkut yang disebutkan 2 hal diatas (kepemimpinan & urusan harta anak yatim).

Untuk mendengarkan kajian selengkapnya silahkan di download disini

Post Author: Syi’ar tauhid

Syiar Tauhid adalah sebuah Stasiun Radio yang mengudara di frekuensi AM 675 kHz dan dipancarluaskan melalui media internet melalui streaming di www.syiartauhid.info yang menyajikan Program Kajian Ilmiah Ahlussunnah dengan tema pembahasan Akidah, Fikih, Adab, Muamalah, Keluarga, Pendidikan Anak, dll. == [ Mari Mendulang Faedah Ilmiah bersama AM 675 kHz - Syiar Tauhid Radio Ahlussunnah Wal Jama'ah ] ==