Empat Tigkatan Beriman Kepada Taqdir

Beriman kepada takdir mempunyai empat tingkatan:
1. Tingkatan al-ilmu. Maksudnya kita harus meyakini bahwa Allah Ta’ala telah mengetahui takdir seluruh makhluk, baik secara global maupun terperinci, baik yang berkenaan dengan perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluk, baik yang terjadi di masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang. Bahkan sesuatu yang tidak jadi terjadi, Allah Ta’ala mengetahui apa yang terjadi setelahnya seandainya sesuatu itu terjadi. Dan ilmu Allah akan takdir makhluk ini tidak ada awalnya.

2. Tingkatan al-kitabah (penulisan). Maksudnya kita meyakini bahwa Allah Ta’ala telah selesai menuliskan takdir makhluk yang Dia ketahui itu ke dalam lauh al-mahfuzh, 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Amr di atas.

3. Tingkatan al-masyi`ah (kehendak). Maksudnya kita meyakini apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi dan apa yang kita kehendaki jika Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi. Karenanya ketika ada sebuah kejadian yang terjadi maka itu berarti Allah telah menghendakinya, karena seandainya Dia tidak menghendakinya niscaya sesuatu itu tidak akan bisa terjadi.

4. Tingkatan al-khalq (penciptaan). Yakni kita meyakini bahwa semua makhluk, sifat-sifat mereka, perbuatan-perbuatan mereka, bahkan sifat diam dan bergeraknya mereka (dari gerakan sekecil apapun sampai gerakan yang besar), semuanya adalah ciptaan Allah Ta’ala.

Download Audio.

Post Author: dj.bejow